Friday, 10 April 2015

Visi yang haqiqi

Assalamualaikum wr.wb

Salam saudaraku ini adalah tulisan pertama saya, di momen  ini saya akan membahas tentang Visi yang Haqiqi selamat menyimak.
Visi adalah sesuatu yang ingin kita capai,bisa juga cita – cita, tujuan hidup dan masih banyak lagi persepsi dari orang – orang mengenai arti dari sebuah visi.





Visi atau cita –cita umumnya seperti : ingin menjadi pengusaha, atlet, akuntan, manajer, artis dan lain – lainnya sesuai dengan keingininan kita, tapi apa yang akan kita lakukan lagi setelah kita telah mencapai Visi itu ? Dan juga pada intinya visi seperti itu mengarah kepada keinginan mendapatkan pendapatan berupa materi, dan materi tersebut tentunya untuk memenuhi KEBUTUHAN hidup kita, terkadang juga digunakan untuk memuaskan hasrat kita saja seperti membeli baju, emas, dan makanan secara berlebihan.
Nah oleh karena itu, jangan jadikan visi seperti itu menjadi tujuan akhir kita tapi anggap itu semua adalah KEBUTUHAN untuk menjalani hidup di dunia.

Dan visi haqiqi dari setiap manusia harusnya adalah mencari keridhaan Allah SWT dan menjadi penghuni surga – Nya karena hidup di dunia hanya sementara,  kita adalah milik – Nya dan kepada Allah kita akan kembali.

Kehidupan di dunia ini bisa di ilustrasikan seperti berikut :
“Kita di ibaratkan sebagai seorang raja yang sedang berburu dihutan, sesampainya di tengah hutan sang raja tersesat dan tanpa di sadari ada seekor harimau muncul dari arah belakang mencoba untuk menerkam, sang raja lari ketakutan di kejar harimau itu, di tengah rasa panik nampaklah sebuah sumur, dan tanpa berfikir panjang lagi sang raja masuk ke dalam sumur.
Akan tetapi sebelum mencapai dasar sumur, sang raja tertahan oleh sebuah dahan pohon yang berada di dalam sumur.  Ternyata di dasar sumur tersebut terdapat seekor ular dan kalajengking yang beracun, dan di atas permukaan sumur ada harimau yang terus mengintai sementara tanpa disadari oleh sang raja, dahan pohon yang menopang tubuhnya pun sedang digerogoti oleh 2 ekor tikus yang lama kelamaan akan habis.
Di tengah keadaan yang membahayakan, munculah sebongkah madu di dinding sumur yang membuat sang raja tertarik untuk menikmatinya sehingga melupakan semua bahaya  yang mengintainya.”

Dari ilustrasi di atas dapat kita terjemahkan bahwa seekor harimau itu  adalah  malaikat pencabut nyawa yang terus memantau kita, lalu dahan pohon yang menopang tubuh sang raja dan sedang di gerogoti tikus ialah sisa umur kita yang terus berkurang di makan usia, sementara madu di ibaratkan sebagai kenikmatan dunia yang membuat kita  lupa dengan bahaya yang sedang mengintai dan ular serta kalajengking yang berada di dasar sumur adalah sebuah bentuk siksaan di alam barzah (kubur) yang akan kita terima apabila kita terlena oleh kenikmatan dunia dan lupa kepada Allah SWT.

Kesimpulan dari diskusi kita kali ini adalah janganlah terlena dengan kenikmatan dunia yang sementara ini sehingga melupakan visi/tujuan kita, pergunakanlah sisa umur dengan sebaik – baiknya, bahagiakanlah orang tua dan orang yang selalu ada ketika suka maupun duka maka inshaallah hidup kita akan berkah.. Aamiin.

Saudaraku semoga tulisan tentang visi ini bisa bermanfaat serta menjadi sarana pengingat kepada Allah SWT, mohon maaf jika banyak kesalahan itu semua berasal dari ketidaktahuan saya dan apabila ada benarnya maka sampaikanlah kepada saudara kita yang lain karena kebenaran itu datangnya dari Allah SWT.

Wassalamualaikum wr.wb



    




Artikel Terkait

Oldest Page

2 comments