Assalamualaikum wr.wb
Salam saudaraku ini adalah tulisan pertama saya, di
momen ini saya akan membahas tentang Visi yang Haqiqi selamat menyimak.
Visi adalah sesuatu yang ingin kita capai,bisa juga cita –
cita, tujuan hidup dan masih banyak lagi persepsi dari orang – orang mengenai
arti dari sebuah visi.
Visi atau cita –cita umumnya seperti : ingin menjadi
pengusaha, atlet, akuntan, manajer, artis dan lain – lainnya sesuai dengan
keingininan kita, tapi apa yang akan kita lakukan lagi setelah kita telah
mencapai Visi itu ? Dan juga pada intinya visi seperti itu mengarah kepada keinginan
mendapatkan pendapatan berupa materi, dan materi tersebut tentunya untuk
memenuhi KEBUTUHAN hidup kita, terkadang juga digunakan untuk memuaskan hasrat
kita saja seperti membeli baju, emas, dan makanan secara berlebihan.
Nah oleh karena itu, jangan jadikan visi seperti itu menjadi
tujuan akhir kita tapi anggap itu semua adalah KEBUTUHAN untuk menjalani hidup
di dunia.
Dan visi haqiqi dari
setiap manusia harusnya adalah mencari keridhaan Allah SWT dan menjadi penghuni
surga – Nya karena hidup di dunia hanya sementara, kita adalah milik – Nya dan kepada Allah kita
akan kembali.
Kehidupan di dunia ini bisa di ilustrasikan seperti berikut
:
“Kita di ibaratkan sebagai seorang raja yang sedang berburu
dihutan, sesampainya di tengah hutan sang raja tersesat dan tanpa di sadari ada
seekor harimau muncul dari arah belakang mencoba untuk menerkam, sang raja lari
ketakutan di kejar harimau itu, di tengah rasa panik nampaklah sebuah sumur,
dan tanpa berfikir panjang lagi sang raja masuk ke dalam sumur.
Akan tetapi sebelum mencapai dasar sumur, sang raja tertahan
oleh sebuah dahan pohon yang berada di dalam sumur. Ternyata di dasar sumur tersebut terdapat
seekor ular dan kalajengking yang beracun, dan di atas permukaan sumur ada
harimau yang terus mengintai sementara tanpa disadari oleh sang raja, dahan
pohon yang menopang tubuhnya pun sedang digerogoti oleh 2 ekor tikus yang lama
kelamaan akan habis.
Di tengah keadaan yang membahayakan, munculah sebongkah madu
di dinding sumur yang membuat sang raja tertarik untuk menikmatinya sehingga
melupakan semua bahaya yang
mengintainya.”
Dari ilustrasi di atas dapat kita terjemahkan bahwa seekor
harimau itu adalah malaikat pencabut nyawa yang terus memantau
kita, lalu dahan pohon yang menopang tubuh sang raja dan sedang di gerogoti
tikus ialah sisa umur kita yang terus berkurang di makan usia, sementara madu
di ibaratkan sebagai kenikmatan dunia yang membuat kita lupa dengan bahaya yang sedang mengintai dan
ular serta kalajengking yang berada di dasar sumur adalah sebuah bentuk siksaan
di alam barzah (kubur) yang akan kita terima apabila kita terlena oleh
kenikmatan dunia dan lupa kepada Allah SWT.
Kesimpulan dari diskusi kita kali ini adalah janganlah
terlena dengan kenikmatan dunia yang sementara ini sehingga melupakan
visi/tujuan kita, pergunakanlah sisa umur dengan sebaik – baiknya,
bahagiakanlah orang tua dan orang yang selalu ada ketika suka maupun duka maka
inshaallah hidup kita akan berkah.. Aamiin.
Saudaraku semoga tulisan tentang visi ini bisa bermanfaat serta menjadi
sarana pengingat kepada Allah SWT, mohon maaf jika banyak kesalahan itu semua
berasal dari ketidaktahuan saya dan apabila ada benarnya maka sampaikanlah kepada
saudara kita yang lain karena kebenaran itu datangnya dari Allah SWT.
Wassalamualaikum wr.wb

2 comments